Pernah suatu hari saya ngepost satu tweet di jaringan sosial twitter. Apa sih gunanya emosi? Karena pada waktu itu seakan - akan berbagai keadaan di sekitar membuat saya sedikit 'naik' sampai - sampai saya menanyakan hal itu. Buat apa sih ada. Mendingan ditiadakan aja gitu kan lebih enak. Tidak ada yang marah - marah, kesel - kesel, ngedumel seperti wong edan ngomong sendiri. Nah tapi saya lupa kalau orang tertawa, orang menangis bahagia, orang bersimpati, itu karena ada emosi. Dan emosi adalah salah satu peranan yang cukup besar untuk menghantar seseorang kepada decision yang dia ambil.
Sebagai balasan dari tweet saya, ada teman saya yang me re-tweet supaya membedakan kita dari binatang, supaya hidup lebih berwarna, dan banyak lainnya. Saya lupa. Ya itu tidak ada salahnya. Tetapi kalau membedakan dari binatang, sepertinya tidak juga. Mereka juga punya emosi, nah bagaimana cara mengaturnya itulah hanya manusia yang tahu. Akal budi. Sedikit terpeleset, kalau ngomong soal manusia dan binatang, akhir - akhir ini kok jaman seperti sudah tidak dapat membedakan gitu which is which. Contohnya, free sex. Hewan jantan kalau sudah berahi terus di depannya ada anjing betina, tanpa pikir panjang langsung lah dikejar. Disini Tuhan membedakan kita dengan binatang, dengan cara setia pada satu orang saja, bukan satu jenis saja. Karena jenis itu kan cuman ada dua. Nah, jaman sekarang, orang malah bangga kalau udah 'tidur' dengan 10 orang atau lebih. Sekali tertarik, tanpa pikir panjang, langsung 'tidur' even baru kenal. Padahal kan tujuan awalnya Tuhan memberikan sex untuk membuat manusia mempunyai banyak keturunan. Nah jadi tidak bisa dibedakan, masih untung fisiknya berbeda.
Nah, dalam minggu - minggi ini adalah minggu tersibuk sepanjang sejarah perkuliahan saya, apalagi ada pelajaran yang simple tetapi menyita waktu sangat amat banyak sekali. Bisa tidur subuh, mandi malem, sampai bangun pagi - pagi melek. Nah apalagi dituntut untuk menghadapi berbagai macam orang dan didukung badan yang kalau badannya ga kuat, bisa sakit - sakitan. Mulai deh kelemahan manusia muncul, gampang emosi. Termasuk saya. Makannya kalau ga minta Tuhan sound of mind sih mungkin udah lebih meledak kayak bom atom deh ini. Tapi saya belajar bagaimana memanage emosi. Karena emosi berasal dari cara pandang yang salah. Contohnya, kalau hidup ini dilihat dari kesusahannya, tantangannya, problemnya, orang pasti emosian dalam menghadapi kehidupan ini. Sekalinya seneng, sampai lebay, sekalinya sedih bener - bener kayak udah mau bunuh diri. Nah kalau dilihat dari hasilnya, goalnya, kesuksesannya, emosi yang baik pasti terbentuk, jadi semangat, bahagia, passionate, berenergi.
Ada sebuah kejadian yang baru terjadi minggu ini. Belum lama, di pasar deket rumah ada kejadian yang cukup membuat orang - orang kampung sebelah berkumpul. Jadi, awalnya keadaan jalan saat itu cukup padat dan menyebabkan kemacetan kecil. Kemacetan inilah yang menyebabkan seorang supir truk kesal dan menyelip dengan kecepatan yang tidak sesuai. Akibatnya, salah satu rumah penduduknya lah yang menjadi korban kelalaiannya. Atap rumahnya pun roboh. Singkat kata, sang pemilik rumah ini keluar dan langsung memaki - maki si supir truk setelah melihat keadaan istana mungilnya itu. Salah seorang dokter di puskesmas pun melewati daerah kejadian itu. Tanpa berpikir ingin terjun ke keadaan itu untuk membuat keadaan lebih baik, si dokter itu melewati panasnya jalan itu. Setelah sampai di puskesmas tempat dia bekerja, ada orang yang memanggil si dokter tersebut dan berkata, "Dokter X, cepat ke daerah pasar, katanya ada orang darah tinggi sampai dia pingsan." Tidak mau memperparah kesehatan si korban yang belum diketahui itu, langsunglah dokter X itu tancap gas menuju ke daerah pasar yang jaraknya hanya 300 m itu. Sampai disana, lebih ramai lagi ternyata orang yang datang, dan ternyata sebabnya adalah sang pemilik rumah itu diketemukan tak bernyawa lagi. Karena saking marahnya, darah tingginya naik dan pembuluh darah di otaknya pun pecah.
Emosi yang tak terkendali memang tidak ada untungnya. disini saya pun belajar untuk melihat masalah dari berbagai sisi. out of the box. bagaimana saya memposisikan diri saya sebagai pihak - pihak yang terpaut. Saya cukup belajar banyak tentang mengendalikan emosi dari cerita itu. Bahkan kerugiannya adalah maut. Yang dirugikan bukan diri sendiri, tapi ya keluarga juga, teman - teman, maupun society. Humans do have emotion yet emotion management skill indeed.
Thursday, June 14, 2012
Friday, May 18, 2012
Shade
Ketika kau memeluk tubuhku
Melingkari pundakku dengan lenganmu yang kokoh
Bayangan itu semakin dekat
Mendominasi diriku dari lingkaran tanganmu
Semakin jauh, semakin kuat
Sekuat tenaga ku berontak
Sekuat tenaga kau menarik
Sekuat itu bayangan gelap menjilatku
Habis aku dilahapnya
Menyisakan hati ini dengan lubang yang dalam
Merindukan saat – saat pelangi masih mengganggu langit mendung
Terbuai mataku dengan kegelapan
Terbiasa sudah aku dengan bayangan itu
Masa sekarang yang akan menjadi masa lalu di masa depan
Aku terperangkap
Aku tertawan
Tertawan dalam bayangan
Bebas..
Aku ingin bebas!
Ingin aku terlepas
Biarkan aku keluar
Keluar dari lingkaran hitam ini
Tak kuat aku menghantam tembok ini
Lebam tubuhku dibuatnya
Sakit..
Rasa sakit yang menjelajahi tiap jengkal tubuhku..
Menggerayapi Setiap syaraf..
Merasuki sum sum tulang..
Hingga terbiasa tubuh ku menahan rasa ini..
Lelah rasanya..
Tak kuasa menahan hanya dengan kuat ku.
Hanya bisa menanti ku dibuatnya..
Menanti yang tak terlihat..
Menunggu yang diharap
Apa yang ku harapkan?
Hampir tidak ada yang tahu..
Melingkari pundakku dengan lenganmu yang kokoh
Bayangan itu semakin dekat
Mendominasi diriku dari lingkaran tanganmu
Semakin jauh, semakin kuat
Sekuat tenaga ku berontak
Sekuat tenaga kau menarik
Sekuat itu bayangan gelap menjilatku
Habis aku dilahapnya
Menyisakan hati ini dengan lubang yang dalam
Merindukan saat – saat pelangi masih mengganggu langit mendung
Terbuai mataku dengan kegelapan
Terbiasa sudah aku dengan bayangan itu
Masa sekarang yang akan menjadi masa lalu di masa depan
Aku terperangkap
Aku tertawan
Tertawan dalam bayangan
Bebas..
Aku ingin bebas!
Ingin aku terlepas
Biarkan aku keluar
Keluar dari lingkaran hitam ini
Tak kuat aku menghantam tembok ini
Lebam tubuhku dibuatnya
Sakit..
Rasa sakit yang menjelajahi tiap jengkal tubuhku..
Menggerayapi Setiap syaraf..
Merasuki sum sum tulang..
Hingga terbiasa tubuh ku menahan rasa ini..
Lelah rasanya..
Tak kuasa menahan hanya dengan kuat ku.
Hanya bisa menanti ku dibuatnya..
Menanti yang tak terlihat..
Menunggu yang diharap
Apa yang ku harapkan?
Hampir tidak ada yang tahu..
Saturday, April 14, 2012
Hanya Dengan Sekejap Mata
Semua ide yang cemerlang biasanya hanya berasal dari sebuah angan – angan yang belaka. Bahkan orang lain bisa berkata kalau ide itu gila sampai dikira sakit jiwa. Beberapa ratus tahun lalu, ada seorang pria yang mengatakan kalau orang bias terbang itu tidaklah mungkin, atau orang yang masih dapat terdengar suaranya itu terdengar gila, mungkin horror juga ya dia ngebayanginnya. Tapi, pesawat pun membuat semuanya itu mungkin. Kaset, CD, MP3 pun adalah hal yang biasa untuk jaman sekarang. Tak akan lagi dibilang horror kalau suara orang yang sudah meninggal pun masih terdengar dimana – mana. Buktinya, suara Whitney Houston dan Michael Jackson pun melegenda, apalagi sejak kematian mereka yang cukup mendongkrak popularitas mereka. Orang yang pada awalnya tidak percaya pun akan dibilang aneh kalau dia hidup di jaman sekarang, atau kolot.
Aku mau berbagi tentang angan – anganku yang kurasa memang tidak mungkin kecuali kalau lewat kekuatan supranatural yang aneh – aneh. Aku tidak akan berkata bahwa ini menjadi kenyataan, hanya berpikir, kalau ini terjadi. Tanpa panjang dan lebar, aku sempat berpikir tentang sesuatu yang menghemat transportasi, biaya, energi, uang, dan yang cukup penting, waktu. Aku berpikir demikian karena ada yang menanyakan padaku, seandainya aku diberi kesempatan untuk memiliki kekuatan supranatural, apa yang aku mau? Ada yang menjawab ingin jadi kuat, ada yang menjawab ingin menjadi superman, atau ingin terbang. Aku hanya ingin.. berpindah tempat.
Maksudnya? Jadi, aku berpikir untuk berpindah tempat. Ya. Bukan kabur tentunya. Tetapi aku ingin pergi kemanapun aku ingin hanya dalam sekejap mata. Aku memejamkan mata sebentar, lalu aku mulai membayangkan. Aku membayangkan berada di sebuah ruangan yang remang – remang tetapi hangat, dengan hamparan furniture kayu dan suasana old American house style lengkap dengan tempat pembakaran apinya. Hangat, namun membosankan. Dan aku pun membayangkan, aku –yang aku bayangkan- itu memejamkan mata juga, lalu aku merebahkan telapak tanganku satu dengan yang lain dengan posisi vertical di depan dada, dan wuzz aku berada di atas air terjun Niagara – gara! Aku melihat sekitarku dengan senyum sumringah, karena aku belum pernah kesana tentunya sehingga itu menjadi hal yang baru bagiku. Aku duduk di tepia tebingnya sambil menikmati air terjun yang mengalir menyerobot satu sama lain dan aku menikmati semilir angin dan alunan suara gemericik air yang tanpa sadar membawa kakiku berdansa mengikuti irama yang menenangkan itu. WAW.
Atau, kalau aku sedang suntuk dengan pekerjaan – pekerjaan perkuliahan yang main tidak masuk akal, dengan sekejap mata, TING!!! Aku sudah berada di Venice menikmati indahnya struktur bangunan authentic mereka dan dapat mencoba makanan khas sana. Kalau ingin ke tempat yang ekstrim, aku dapat mengunjungi kutub utara dan merasakan bekunya salju langsung di kulitku dan memakan daging rusa, atau daging salmon yang segar. Wah.. dan tanpa biaya pesawat yang pastinya sangat mahal, tanpa membuang waktu, mungkin menghemat beberapa hari perjalanan, menghemat energi, dan aku tidak perlu membawa koper untuk tinggal disana. Aku dapat ke rumah ku kapanpun aku mau dan aku membutuhkannya.
Andaikan..
Tentunya, aku juga dapat memikirkan hal itu dengan konsekuensi buruknya. Kalau orang dapat melakukan hal yang sama, seperti di film JUMP, dia dapat dengan mudahnya merampok bank tanpa diketahui oleh siapapun. Atau dia dapat ‘kabur’ kemanapun dia ingin melepas tanggung jawabnya. And we are not created to leave our all of our problems. We are created to be strong enough to face every circumstances. Seperti itulah kira – kira. Sesuatu yang terlihat menyenangkan bagi seseorang, pasti akan merugikan pihak – pihak lainnya.
Tetapi, dibalik itu, aku kembali memikirkan hal ini ketika aku duduk di mobil menikmati perjalanan dari Cikarang ke Kuningan, Jakarta, dan seperti yang memang biasa terjadi, mobil yang kami tumpangi dilanda macet. Kalau aku mempunyai kemampuan ini, aku dapat menghindari macet! Kalau semua orang mempunyai kemampuan ini, tidak ada yang namanya macet! Tetapi ya tentu saja mubazir semua jalan yang dibuat, tol – tol, jembatan – jembatan, dan seluruh alat transportasi, mulai dari pesawat, mobil, angkutan umum, motor, bus, dan lainnya. Ternyata konsekuensinya lebih sulit ya dibayangkan.
Ternyata ‘FUN’ doang itu nggak berarti ya..
Terkadang..
Kadang orang tidak butuh terlalu banyak kata.
Mereka hanya butuh kehadiran seseorang.
Mereka tidak butuh pandangan kasihan seseorang.
Mereka butuh dukungan.
Mereka butuh pelukan.
Masalah pastilah akan silih berganti menghampiri makhluk berakal budi yang masih bernyawa, tak peduli akan keadaan apapun, ia pasti singgah.
Tak untuk membuat hidup yang keras ini menjadi semakin membeku, tetapi untuk memberi warna kepada dunia abu - abu ini.
Kadang senyuman yang menghias wajah - wajah berharga ini menutupi peliknya kehidupan.
Mereka tidak sadar ada getaran di belakangnya.
Getarannya di bibir, menahan sakit akan gigitan jaman.
Menumpahkan tetesan darah pengorbanan, dan air mata pertahanan.
Mereka hanya membutuhkan seseorang untuk menghapus air mata mereka.
Mencabut duri yang berduri di dada mereka.
Bukan kata - kata yang mereka cari.
Kata - kata yang dirangkai indah untuk memuaskan mereka yang ingin menjadi 'pahlawan' kesiangan.
Mereka butuh kehadiran.
Kehadiran yang tulus, yang dapat menyampaikan isi hati, walaupun tanpa kata - kata.
Kata - kata mungkinlah menipu, tetapi ketulusan hati tidak dapat menipu.
Mereka butuh cinta.
Wednesday, April 4, 2012
Letters From God About Man. Girls Only :)
Everyone longs to give themselves completely to someone,
To have a deep, solid relationship with another.
To be loved thoroughly and exclusively.
To have a deep, solid relationship with another.
To be loved thoroughly and exclusively.
But God, to the Christian says:
No. Not until you are satisfied, fulfilled and content with Me alone, with giving yourself unreservedly to Me, with having an intensely personal relationship with Me.
Only after discovering, in Me, your true satisfaction, will you be capable of the perfect human relationship I have planned for you.
You will never be untied with another until you are united with Me, exclusive of all other desires or longing.
I want you to stop planning.
Stop wishing and allow me to give you the most thrilling plan existing, one you cannot imagine. I want you to have the best. Please allow me to bring it to you.
You just keep watching Me, and expecting the greatest things.
Keep listening and learning from the things I tell you.
Just wait.
Don’t be anxious.
Don’t worry.
Don’t look around at the things others have gotten or that I have given them. You just keep looking at Me or you’ll miss what I have to show you.
And when you’re ready? I’ll surprise you with a love FAR more wonderful than any you could dream of.
You see, until you are ready and the one I have for you is ready (I
am working at this moment to have you both ready at the same time),when
you are both satisfied exclusively with Me, then I will bring you two
together, and thus the perfect love.
And dear one, I want you to have this wonderful love.
I want you to see in flesh, a picture of your relationship with Me.
Know that I love you completely.
I am God.
Know this and be satisfied.
I love you My daughter
I want you to see in flesh, a picture of your relationship with Me.
Know that I love you completely.
I am God.
Know this and be satisfied.
I love you My daughter
Sincerely,
Your Father in Heaven
Nb: This letter blesses me indeed. It makes myself not to worry seeking the perfect man for me to spend my life untill i found my face full of wrinkles. All i have to do is peacefully stand still and give my love pen to God. Let His scenario will be done in my life because i believe His is better than mine. I couldn't lie if i had been worried all this time thinking how's my love life goes on. And from this letter i have just realized that i should let my self fulfilled with His love because He's the one i've ever needed. Like a song, He is the best thing i never knew i needed. Therefore, it is extremely wrong if i seek other place to fulfill my needs. I realized i should satisfy my longing through Him. He loves me more than anything, and i know that He loves you too.
I like a quote that says,“A woman's heart should be so hidden in God that a man has to seek Him just to find her.” Frankly, it says like this, hey women, if you want to find a perfect man, you should seek it in Him. If you are attracted to a man and you desire to know if he is a right man, you should ask God first. So, you do not need to put on your thick make up or very short skirt just to attract man because that man who are being attracted by the wrong way you do, he is absolutely not the perfect match for you. God will give you the man who also love God more than anything who will love you deeply either. Not just saying that he loves you, but that man will also serve you the way you deserve.
I want to be the one who have the rightest man for me, who will serve me the way i deserve, honor me, and love me like i'm going to die tomorrow. Love is not blind. It gives you more sight to see, and women, you are precious. You deserve the best, the best man, and the best God. You do not have to find the most perfect man in the world, but the one who have the most perfect God who will perfecting him. And through God, everything will be so perfectly and peacfully done.
I rest my life in You, Lord. I know you have planned what best for me, and love me like no one ever did before.
For I know the plans I have for you,” says the Lord. “They are plans for good and not for disaster, to give you a future and a hope.
Matthew 11:28-29
“Come to me, all you who are weary and burdened, and I will give you rest. Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls.Romans 8:37-39
No, despite all these things, overwhelming victory is ours through Christ, who loved us.
And I am convinced that nothing can ever separate us from God’s love. Neither death nor life, neither angels nor demons, neither our fears for today nor our worries about tomorrow—not even the powers of hell can separate us from God’s love. No power in the sky above or in the earth below—indeed, nothing in all creation will ever be able to separate us from the love of God that is revealed in Christ Jesus our Lord.
Courageous (2011) Man's Calling is To Serve and Protect
Dimulai dari kematian anak perempuannya, Emily, yang menyadarkan Adam Mitchell membuat resolusi dan janji seorang ayah untuk Dylan, anak tertuanya dan keluarganya. Dia sadar bahwa mnjadi ayah yang baik saja belum cukup, ia harus menjadi ayah yang hebat, a courageous dad. Seorang ayah yang memberikan dirinya untuk melayani keluarganya, sesudah Tuhan tentunya. Seorang ayah yang mengajarkan anak - anaknya nilai - nilai Kerajaan Allah, dan bukan hanya mengajarkan tetapi juga memberikan contoh.
Adam adalah seorang polisi untuk memberantas geng - geng di suatu negara bagian Amerika Serikat. Dari situlah ia tersadar akan pentingnya peran seorang ayah. Kepala kepolisiannya menyatakan bahwa sebagian besar anak - anak yang bertindak kriminal merupakan anak - anak yang dibesarkan tanpa ayah. Dalam menyadari pentingya peran ayah, disitulah film ini membuat penontonnya terharu dan tertawa. Ada suatu adegan yang membuat penonton tertawa dimana berkali - kali Adam berkata kepada istrinya "Bye. I love you." kepada istrinya tetapi malah nyasar ke kepala kepolisiannya. Yang membuat terharu? Cobalah bagian akhirnya.
Film ini dikemas secara menarik dengan mengisahkan kehidupan dari keempat polisi dan satu rekan mereka yang secara sepakat dan resmi membuat resolusi untuk menjadi ayah yang baik. Pelopornya tentu saja Adam, lalu diikuti dengan Nathan Hayes, David Thomson, Shane Fuller, dan Javier Martinez. Iman mereka pun diuji untuk melakukan resolusi mereka yang teah mereka tandatangani sendiri. Dari awal film pun saya sudah terharu, saat si Hayes mengejar mobil yang dicuri dengan sekuat tenaga bukan karena khawatir tentang mobilnya, tetapi karena anaknya yang masih ada dalam mobil.
Menariknya, film ini juga memperlihatkan bahwa pertolongan Tuhan itu selalu ada. JanjiNya pun tergenapi sesuai dengan Yohanes 15 : 7. "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." Itulah yang terjadi dalam keluarga Javier. Ketika terlihat tidak ada jalan karena tidak lagi mempunyai pekerjaan, apalagi setelah ditolak untuk bekerja sebagai tukang bangunan, tiba - tiba seseorang memanggil namanya dan menyuruhnya bekerja untuk membangun gudang rumahnya setelah ia berdoa kepada Tuhan. Kejadian ini tentulah bukan suatu kebetulan bagi Tuhan. Adam Mitchell, sang pemilik rumah mengira bahwa ia adalah Javier, teman dari temannya yang bersedia membantunya. Nyatanya, Javier yang dimaksud pada awalnya terbaring di rumah sakit, dan Adam mengira yang di depan rumahnya itu adalah Javier teman dari temannya itu. Luar biasa.
Tidak perlu panjang lebar, inilah cuplikan, Movie Video soundtrack, maupun trailer dari Courageous: Man's calling is to serve and protect.
Tuesday, April 3, 2012
Fatherless Generation. Peran ayah yang belum banyak diketahui.
Satu lagi film yang harus ditonton oleh para ayah, Courageous. Perlu diketahui kalau sebagian besar ayah di dunia tidak tahu bagaimana menjalankan peran ayah yang sebenarnya. Mereka bahkan tidak mengetahui bahwa peran ayah itu sangat amat besar dampaknya bagi anak - anak mereka. Setiap anak pasti mempunyai kebutuhan untuk dilindungi, diterima, diperhatikan, dan dilayani. Saya rasa, itulah tugas penting yang harusnya diemban seorang ayah. Anak - anak bukan hanya merasa lengkap kalau ada ayah mereka yang berperan sesungguhnya, tetapi mereka butuh peran itu.
Di film ini, sang kepala kepolisian pun menyampaikan hal yang penting bagi anak buahnya, yang merupakan pemeran - pemeran utama dalam film ini. Dia berkata bahwa sebagian besar kriminal dan geng - geng yang ada di Amerika berasal dari keluarga yang tidak memiliki ayah. Apalagi, dalam suatu adegan, seorang anak muda menjawab bahwa dia merasa tidak memiliki siapapun ketika ditanya mengapa dia berada di dalam geng. Karena di dalam geng terdapat persatuan kekeluargaan yang solid, layaknya di rumah.
Saya pun mencoba untuk mencari seberapa besar pentingnya seorang ayah di rumah, dan saya menemukan informasi - informasi seperti ini:
- 63% of youth suicides are from fatherless homes (US Dept. Of Health/Census) – 5 times the average.
- 90% of all homeless and runaway children are from fatherless homes – 32 times the average.
- 85% of all children who show behavior disorders come from fatherless homes – 20 times the average. (Center for Disease Control)
- 80% of rapists with anger problems come from fatherless homes –14 times the average. (Justice & Behavior, Vol 14, p. 403-26)
- 71% of all high school dropouts come from fatherless homes – 9 times the average. (National Principals Association Report)
- Eight times more likely to go to prison.
- Five times more likely to commit suicide.
- Twenty times more likely to have behavioral problems.
- Twenty times more likely to become rapists.
- 32 times more likely to run away.
- Ten times more likely to abuse chemical substances.
- Nine times more likely to drop out of high school.
- 33 times more likely to be seriously abused.
- 73 times more likely to be fatally abused.
- One-tenth as likely to get A's in school.
- On average have a 44% higher mortality rate.
- On average have a 72% lower standard of living.
![]() | |
| Failing father |
Contohnya, 43% anak - anak di Amerika hidup tanpa ayahnya. Sudah menjadi fakta bahwa hubungan diluar pernikahan sudah menjadi makanan mereka sehari - hari. Bahkan mereka tidak menutup - nutupi seperti pasangan artis yang bahkan bangga mereka memiliki anak dari hasil diluar pernikahan. Apakah ini menjadi dampak yang bagus? tentu tidak. Beberapa bagian negara Amerika serikat menjadi tuan rumah geng - geng anarkis yang hanya mengenal kekerasan, kesenangan, dan uang. Saya rasa negara tersebut merupakan negara yang mengerahkan polisinya untuk memerangi geng terbanyak di dunia. Kenapa mereka memilih jalan hidup mereka sebagai geng? Karena mereka tidak memiliki ayah. Lalu apa hubungannya? Mari kita lanjutkan.
90% anak - anak yang tidak memiliki rumah dan kabur dari rumah berasal dari rumah tanpa ayah. Mereka muak dengan kerinduan mereka akan kehadiran seorang ayah di rumah. Mereka tidak betah, atau mungkin iri dengan temannya yang bermanja - manja dengan ayahnya. Mereka berpikir bahwa merekalah yang menjadi tulang punggung keluarga setelah melihat seorang ibu saja tidak cukup kuat untuk menanggung beratnya beban yang seharusnya dipikul seorang ayah. Mereka ingin lari dari kenyataan itu. Mereka ingin bebas. Tetapi pada kenyataannya mereka tidak mendapat hidup yang lebih baik. Mungkin itulah alasan mereka menjadi bagian dari geng. Karena disitulah mereka merasakan sebuah 'keluarga.
80% Pemerkosa termotivasi dari rasa marah mereka karena ketidakhadiran ayah dalam keluarga. Suatu hal yang mereka tahu itu salah, tetapi menyenangkan bagi mereka pun menjadi pembuktian bagi mereka. Mereka ingin semua orang takut kepada mereka karena mereka sendiri dipenuhi dengan ketakutan. Mereka takut akan hidup mereka yang tidak ada yang melindungi mereka, menjaga mereka. Mereka takut akan masa depan mereka. Mereka membawa pistol untuk menakut - nakuti orang, karena mereka senang semua orang mengalami hal yang sama dengan mereka, ketakutan. Mereka tidak terima dengan keadaan mereka.
Satu lagi info yang ingin saya highlight. 71% remaja di bawah 19 tahun yang hamil diluar nikah tidak mempunyai ayah atau mempunyai ayah yang tidak berperan. Fakta ini cukup fair. Justru tidak fair apabila ayah yang mabuk - mabukan, kerjanya hanya menganggur dan berjudi mengusir anak perempuannya karena hamil diluar nikah. Anaknya memang bersalah, tetapi saya perlu memberikan cermin yang besar kepada sang ayah. Dia harus berkaca. Sudahkah dia memberikan figur yang tepat? Sudahkah ia menjalankan peran yang seharusnya? Anak itu pasti rindu kepada ayahnya. Tetapi, dia berusaha mencari belaian kasih sayang seorang ayah ke tempat yang salah. Akibatnya, seks bebas dan hamil diluar nikah pun tak dapat dihindari. Penyelewengan seksual pun kerap terjadi, contohnya gay dan lesbian. Saya pernah mendengar bahwa seorang lesbian menjadi yang tidak seharusnya disebabkan oleh kekecewaan atas figur ayahnya yang meninggalkan keluarganya untuk menikaj dengan perempuan lain. Ataupun gay yang kecewa dengan peran orangtuanya, terutama tidak satu jalan dengan ayahnya yang selalu menolak dia. Lihat saja lagu Eminenm yang berjudul my dad's gone crazy yang adalah bentuk kekecewaan terhadap figur ayah.
Seorang ayah adalah pemegang otoritas di dalam keluarga. Dia yang adalah pemimpin keluarga mendampaki keluarganya dengan sikap dan keputusan yang ia ambil. Seorang anak pasti melihat ayahnya dalam ia mengambil keputusan atau berperilaku. Kalau perkembangan seorang anak kehilangan figur pemimpin dan otoritas, anaknya akan kehilangan kepercayaan diri dan menjadi seseorang yang pesimis, sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan, bahkan mengalami gangguan psikoseksualnya. Satu kunci bagi mereka yang berjalan di jalan yang tidak seharusnya adalah kekecewaan, ketertolakan, dan kepahitan yang mendalam sehingga mereka mencari persetujuan atau 'pengobatan' di tempat yang salah.
Orang - orang yang tertolak berusaha membawa dirinya seakan - akan untuk semua orang tahu bahwa mereka adalah orang yang tertolak. Memakai baju yang tidak seharusnya dapat menunjukkan ketertolakan mereka dan seakan - akan berkata ke semua orang di sekelilingnya bahwa mereka harus diperhatikan lebih dan dengan begitu mereka akan terpuaskan.
Dengan memikirkan peran ayah ini, saya jadi berpikir, inilah yang dimaksudkan untuk menjalin hubungan yang kudus sejak kita pacaran. Karena dengan memiliki hubungan yang kudus, saya sebagai wanita tahu bahwa laki - laki tersebut memang tahu bagaimana menghormati dan menghargai wanita. Maka dari itu saya dapat berkata omong kosong kepada laki - laki yang berkata bahwa dia cinta kepada pacarnya dengan amat - sangat sehingga mengajak hubungan diluar nikah. Ewwhh! TEntunya itulah tanda bahwa dia tidak tahu peran yang ia jalankan. Tidak tahu bagaimana memperlakukan wanita yang seharusnya dia serve dengan baik, dan menjagak kekudusannya. Dengan begitu, saya yakin mereka akan memiliki pernikahan yang solid, pernikahan yang berhasil, Dan pasangan pernikahan yang tahu bagaimana melakukan nilai - nilai yang benar, pasti akan mengajarkan nilai - nilai yang benar itu kepada anak - anaknya. Anak - anak yang mempunyai nilai kebenaran akan menghasilkan masyarakat yang benar pula.
Memang, sesuatu itu asalnya dari awal. Dan yang terpenting dari dalam diri sendiri..
Nb: Saya merasa seperti psikolog ketika menulis post ini. Kalau kurang akurat, atau kurang berkenan, you can freely send an email to me :) Ini hanya pemikiran saya saja, jadi boleh setuju atau setuju :D
TTYL
When I lost my cooking feel..
"Sushi bikinan cici enak banget sih.." begitulah jawab Sammy ketika mama melontarkan protes karena melihat begitu banyak sushi di piring Sammy. Dan saya pun berbangga hati atas jawaban my brutal little brother. Padahal, saya membuatnya dengan bahan yang sederhana. Nasi jepang yang bundar - bundar dan lengket, lembaran besar rumput laut, rookworst, crabstick, teri goreng, wijen tabur, timun jepang, telur daun bawang, mayones instant dengan campuran spesial ala saya, serta saus spesial yang hanya ditemukan di rumah. Tentu saus itu hasil coba - coba sendiri, dan umur resep itu sudah yaa kurang lebih satu tahun :D Hanya dengan menggulung kesemua bahan itu menjadi satu dan zappp jadilah sushi yang enak ala rumah. Sayang tidak sempat foto karena tangan penuh dengan nasi menempel dan 10 gulung sushi pun habis dalam berkejap - kejap haha.
Lebih enaknya lagi, kalau di rumah ada persediaan salmon, tempura, tuna ataupun belut panggang. Yum. Pernah waktu itu saya post sushi yang isinya tempura dan saya bentuk sedemikian rupa di BBM. Alhasil komen yang berdatangan pun tak jauh - jauh seputar,"Waw Syl, makan di restoran mana?" Saya pun membalas komentar itu dengan malu - malu udang. Ternyata susunan sajian saya sekelas restaurant Masa di New York hahaha. Okay, mungkin belum sampai situ. Sekilas info, Masa adalah salah satu restoran termahal di dunia dengan harga $480 sampai $680 per orang. Dan chefnya (kayaknya sekaligus pemiliknya) sendiri adalah orang jepang, Masa Takayama. Wow hebat ya bisa sukses di negara orang. Aragawa Restaurant juga termasuk salah satu restoran termahal di Jepang, sekaligus dunia. Untuk menikmati seporsi Kobe Steak, $450 pun harus rela dikeluarkan. Katanya sih emang worthed dengan harganya yang segitu. Itu wajib hukumnya.
Saya pun termasuk orang yang sensitif dalam hal daging sapi. Hanya daging sapi pilihan yang dapat masuk ke mulut saya. Saya tidak sedang bercanda, loh. ;) Entah mengapa, daging sapi itu sangat alot untuk diproses dalam mulut saya. Tak jarang saya berhenti memakan daging sapi karena terlewat alot, atau menyelip. Gigi saya pun sensitif dengan bahan - bahan makanan yang mudah terselip, terutamanya daging. Makannya, saya pun jadi malas memakan daging. Ternyata eh ternyata, tak hanya daging, sayur pun begitu mudah terselip. Mungkin, sisi positif yang dapat saya ambil, bahkan gigi saya pun menyuruh saya untuk diet! Oh tidak. Diet. Hmm. Untuk urusan yang satu ini, terasa begitu sulit untuk dilakukan. Jika berhasil berkurang sekilo ataupun dua kilo, maka minggu kedepannya pasti akan naik lagi tiga kilo.
Kehidupan di student housing pun adalah salah satu penyebab tubuh ini tidak ingin mengecil. Tidak ada hal yang dilakukan, tetapi kebosanan pun menjadi salah satu alasan untuk ngemil. Kalau tidak ngemil pun, itu hanya tahan beberapa hari. Oleh karena itu, saya pun mencoba untuk tidak makan malam. Tetapi itu sangat - sangatlah sulit. Makan pagi pun saya menggantinya dengan buah. Again, itu sangat - sangatlah sulit. Ngemil bagaikan iblis yang mengejar - ngejar seperti singa bertanduk dan bersayap. Menggerayangi pikiran saya dengan berbagai cara. Saat menulis tulisan inipun saya telah menghabiskan satu bakpao, sekotak susu kacang kedelai, dan sebungkus Lays rasa rumput laut. One of my favorite! :D Mungkin saya akan berjanji untuk hanya makan siang setelah ini. Well, kita lihat saja nanti. Tadinya saya berencana untuk membuat Apple Crumble, tetapi, ketika saya membuka kulkas, saya pun tidak menemukan satu pun buah apel terbaring di tempat buah. Saya pun beralih untuk membuat brownies Crumble. Tetapi, rasa malas yang dihasilkan karena membayangkan seberapa banyak kalori yang akan masuk dari kue tersebut mengurungkan niat saya.
Saya pun membuka laptop dan mulai menulis blog tentang makanan. Rasanya, itu cukup mengobati keinginan saya untuk memasak. Sebenarnya akhir - akhir inim feel untuk memasak saya hilang. Memasak Sushi kemarin pun karena mama terus mendesak untuk dimasakin Sushi. Ya, tidak ada pilihan lain selain menuruti. Masakan saya yang pertama dalam liburan ini pun tidak terlalu mengecewakan.
Begitulah intinya. Sebenarnya panjang dan lebar post kali ini hanya berujung pada satu maksud yang ingin saya lontarkan dari awal. Keinginan memasak saya hilang! Saya hanya ingin tahu, adakah yang tahu dimana saya dapat menemukannya kembali? Untuk menambah koleksi foto saya di laptop yang berjudul Foodism ini? Aahh, mungkin suatu saat nanti, di saat yang tidak terbayangkan, saya akan dapat menemukannya kembali..
Lebih enaknya lagi, kalau di rumah ada persediaan salmon, tempura, tuna ataupun belut panggang. Yum. Pernah waktu itu saya post sushi yang isinya tempura dan saya bentuk sedemikian rupa di BBM. Alhasil komen yang berdatangan pun tak jauh - jauh seputar,"Waw Syl, makan di restoran mana?" Saya pun membalas komentar itu dengan malu - malu udang. Ternyata susunan sajian saya sekelas restaurant Masa di New York hahaha. Okay, mungkin belum sampai situ. Sekilas info, Masa adalah salah satu restoran termahal di dunia dengan harga $480 sampai $680 per orang. Dan chefnya (kayaknya sekaligus pemiliknya) sendiri adalah orang jepang, Masa Takayama. Wow hebat ya bisa sukses di negara orang. Aragawa Restaurant juga termasuk salah satu restoran termahal di Jepang, sekaligus dunia. Untuk menikmati seporsi Kobe Steak, $450 pun harus rela dikeluarkan. Katanya sih emang worthed dengan harganya yang segitu. Itu wajib hukumnya.
![]() | |
| Steak at Aragawa |
Saya pun termasuk orang yang sensitif dalam hal daging sapi. Hanya daging sapi pilihan yang dapat masuk ke mulut saya. Saya tidak sedang bercanda, loh. ;) Entah mengapa, daging sapi itu sangat alot untuk diproses dalam mulut saya. Tak jarang saya berhenti memakan daging sapi karena terlewat alot, atau menyelip. Gigi saya pun sensitif dengan bahan - bahan makanan yang mudah terselip, terutamanya daging. Makannya, saya pun jadi malas memakan daging. Ternyata eh ternyata, tak hanya daging, sayur pun begitu mudah terselip. Mungkin, sisi positif yang dapat saya ambil, bahkan gigi saya pun menyuruh saya untuk diet! Oh tidak. Diet. Hmm. Untuk urusan yang satu ini, terasa begitu sulit untuk dilakukan. Jika berhasil berkurang sekilo ataupun dua kilo, maka minggu kedepannya pasti akan naik lagi tiga kilo.
Kehidupan di student housing pun adalah salah satu penyebab tubuh ini tidak ingin mengecil. Tidak ada hal yang dilakukan, tetapi kebosanan pun menjadi salah satu alasan untuk ngemil. Kalau tidak ngemil pun, itu hanya tahan beberapa hari. Oleh karena itu, saya pun mencoba untuk tidak makan malam. Tetapi itu sangat - sangatlah sulit. Makan pagi pun saya menggantinya dengan buah. Again, itu sangat - sangatlah sulit. Ngemil bagaikan iblis yang mengejar - ngejar seperti singa bertanduk dan bersayap. Menggerayangi pikiran saya dengan berbagai cara. Saat menulis tulisan inipun saya telah menghabiskan satu bakpao, sekotak susu kacang kedelai, dan sebungkus Lays rasa rumput laut. One of my favorite! :D Mungkin saya akan berjanji untuk hanya makan siang setelah ini. Well, kita lihat saja nanti. Tadinya saya berencana untuk membuat Apple Crumble, tetapi, ketika saya membuka kulkas, saya pun tidak menemukan satu pun buah apel terbaring di tempat buah. Saya pun beralih untuk membuat brownies Crumble. Tetapi, rasa malas yang dihasilkan karena membayangkan seberapa banyak kalori yang akan masuk dari kue tersebut mengurungkan niat saya.
Saya pun membuka laptop dan mulai menulis blog tentang makanan. Rasanya, itu cukup mengobati keinginan saya untuk memasak. Sebenarnya akhir - akhir inim feel untuk memasak saya hilang. Memasak Sushi kemarin pun karena mama terus mendesak untuk dimasakin Sushi. Ya, tidak ada pilihan lain selain menuruti. Masakan saya yang pertama dalam liburan ini pun tidak terlalu mengecewakan.
Begitulah intinya. Sebenarnya panjang dan lebar post kali ini hanya berujung pada satu maksud yang ingin saya lontarkan dari awal. Keinginan memasak saya hilang! Saya hanya ingin tahu, adakah yang tahu dimana saya dapat menemukannya kembali? Untuk menambah koleksi foto saya di laptop yang berjudul Foodism ini? Aahh, mungkin suatu saat nanti, di saat yang tidak terbayangkan, saya akan dapat menemukannya kembali..
Friday, March 30, 2012
Blah Blah Blah
Bagi yang sadar, akhir - akhir ini gue nge blog pake bahasa yang cukup formal dan 'mendayu - dayu'. Kata orang sih puitis gitu. Gue pengen coba sesuatu hal yang baru. Dan.. gimana menurutmu, guys? Oh, ada yang nanya kenapa? Well, karena gue lumayan tertarik dalam dunia jurnalistik karena dengan menulis, gue bisa mencurahkan apa yang mau gue sampein dengan berurut. Beda kalo lagi ngomong gitu, kadang - kadang suka bingung ga sih. Udah ada apa yang mau disampein, entah karena kebanyakan ato gimana, negluarinnya tuh susah. haha. Kalo nulis kan bisa direncanain dulu. Kalo tentang gaya bahasa nya, gue mau melatih kemampuan gue menulis dengan bahasa indonesia yang baik dan benar sesuai KBBI. hahaha
Asiknya, kalo nulis, gue suka terhibur dengan tulisan gue sendiri yang gue baca beberapa waktu mendatang dan kadang - kadang menertawai jalan pikir gue waktu gue nulis kayak gitu. Bahkan sampe lupa loh udah nulis apa aja waktu itu :P
Terus, ada lah kesenengan tersendiri kalo ada yang komenin ato memuji blog gue walau mungkin nggak ada yang ngeliat :P Ada yang bilang gaya bahasa gue itu menarik karena apa adanya. Ada yang bilang kalo lagi baca blog ini kayak seakan - akan gue sendiri yang lagi cerita ke dia. Or, ada yang sempet kritik kalo blog gue sebelumnya kurang gambar. Alhasil sebagian besar blog ini penuh dengan gambar karna sejujurnya gue suka yang rame - rame dan dari awal emang berniat taro gambar tapi ga banyak.
Akhir kata, gue berharap semakin banyak kritik ataupun hanya sekadar komentar. Karena gue mau blog ini semakin memberkati orang banyak. Jadi, gue berniat untuk ngeblog paling nggak ada lah dua bulan sekali. Hoho.
Terlalu sedikit?
Peace and Love from me :)
Anw, ini nggak penting, tapi gue mau share dekstop background laptop gue hari ini..
jeng jeng.. jerapahh! entah kenapa kalo liat jerapah yang ini lucu gitu dan ngebuat gue berpikir, 'gimana ya critanya dia bisa ada di ujung pohon kayak gini..' Dan tampangnya kayak malu gitu keliatan kalo dia bisa di atas pohon kayak gini.. (Ato kesenengan di atas pohon?)
'Aaaa jangan foto - foto gue deh sana sana shoo shoo. Eeehh mau kemana? jangan pergi duluuu. bantuin gue turun dulu gitu kek. Eh oyy oyy halooo yang disana terdengarkah suara guee? Bantuin eke turun donggg. AAAAAAAAAAAAA'
Dan gue pun membayangkan jerapahnya itu ngomong.
Okay, I think i need more cafein *Sipping my white Coffee*
Asiknya, kalo nulis, gue suka terhibur dengan tulisan gue sendiri yang gue baca beberapa waktu mendatang dan kadang - kadang menertawai jalan pikir gue waktu gue nulis kayak gitu. Bahkan sampe lupa loh udah nulis apa aja waktu itu :P
Terus, ada lah kesenengan tersendiri kalo ada yang komenin ato memuji blog gue walau mungkin nggak ada yang ngeliat :P Ada yang bilang gaya bahasa gue itu menarik karena apa adanya. Ada yang bilang kalo lagi baca blog ini kayak seakan - akan gue sendiri yang lagi cerita ke dia. Or, ada yang sempet kritik kalo blog gue sebelumnya kurang gambar. Alhasil sebagian besar blog ini penuh dengan gambar karna sejujurnya gue suka yang rame - rame dan dari awal emang berniat taro gambar tapi ga banyak.
Akhir kata, gue berharap semakin banyak kritik ataupun hanya sekadar komentar. Karena gue mau blog ini semakin memberkati orang banyak. Jadi, gue berniat untuk ngeblog paling nggak ada lah dua bulan sekali. Hoho.
Terlalu sedikit?
Peace and Love from me :)
Anw, ini nggak penting, tapi gue mau share dekstop background laptop gue hari ini..
jeng jeng.. jerapahh! entah kenapa kalo liat jerapah yang ini lucu gitu dan ngebuat gue berpikir, 'gimana ya critanya dia bisa ada di ujung pohon kayak gini..' Dan tampangnya kayak malu gitu keliatan kalo dia bisa di atas pohon kayak gini.. (Ato kesenengan di atas pohon?)
'Aaaa jangan foto - foto gue deh sana sana shoo shoo. Eeehh mau kemana? jangan pergi duluuu. bantuin gue turun dulu gitu kek. Eh oyy oyy halooo yang disana terdengarkah suara guee? Bantuin eke turun donggg. AAAAAAAAAAAAA'
Dan gue pun membayangkan jerapahnya itu ngomong.
Okay, I think i need more cafein *Sipping my white Coffee*
Hadiah untuk Tuhan..
Di suatu sore yang indah, kami berjalan – jalan di taman. Aku dan Tuhan. Sementara matahari mulai menyembunyikan cahayanya, kami mencari sebuah bangku taman yang sedang menganggur. Hampir saja kami tidak menemukan bangku yang kosong, sampai akhirnya Dia mengajakku duduk di sebuah bangku taman yang hampir lapuk, di pojok sudut taman itu. Satu menit berlalu tanpa terucapkan sepatah katapun seakan waktu membiarkan kami menikmati indahnya sore itu, ciptaanNya. Tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Sedikit mendung, tetapi aku yakin hujan pun tak akan rela mengusik kami.
“Tuhan”, panggilku memulai pembicaraan. “Aku tahu Kau mencintaiku. Kau juga mengetahui segalanya yang ada padaku bahkan yang aku sendiri pun tidak tahu. Kau menolongku di saat badai menerjang, menggendongku melawan masalah - masalahku. Kau pun yang menghapus air mataku di kala semua orang meninggalkanku, yang semakin membuatku berharap kepadaMu, bukan kepada manusia. Kau mengecup dahiku disaat aku hampir terlelap setiap malam, hanya untuk membuatku tahu bahwa Kau selalu disampingku. Kau memanggilku sebagai anakMu, disaat aku merasa menjadi kacungMu pun aku tak layak. Kau yang mengubah segala kekecewaanku menjadi penuh pengharapan karena Kau memberikan aku gambaran tentang rencanaMu yang indah bagiku. Kau pun yang membisikan janji – janjiMu yang indah dan yang tidak pernah meluputkannya sampai semua itu tergenapi..” Aku menoleh untuk mengetahui apakah dia mendengarku. Dia tersenyum sambil memandangku lekat – lekat dengan mataNya yang berbinar dan wajahNya yang penuh dengan cahaya kemuliaanNya.
Bodohnya aku. Pastilah Ia mendengarku. Bahkan ia mendengar setiap isi hatiku, bahkan sebelum itu singgah di kerongkonganku. Aku ikut tersenyum, dan melanjutkan isi hatiku sambil memainkan rambutku. “Di saat aku ingin meninggalkanMu karena keegoisanku, Kau tetap menungguku karena KasihMu yang tak akan pernah meninggalkanKu. Awalnya aku sempat ragu dengan kuasaMu yang sanggup mengubah hidupku yang kotor. Tapi aku tahu aku salah semenjak Kau mengampuniku tanpa syarat apapun..” Terharu aku mengingat semua kebaikanNya, tanganku menggenggam tepian bangku taman itu dengan erat dan lebih erat. “Aku sempat berpikir bahwa kebahagiaan sesungguhnya adalah saat aku menikah nanti. Bertemu orang yang mencintai aku, yang tidak akan pernah meninggalkan aku. Yang selalu mendukungku, dan berkata aku cantik di kala aku melihat keburukanku di depan cermin. Tapi itu manusia. Sesuatu yang tidak kekal. Kau lebih dari itu, Tuhan. Kau memandangku seakan – akan aku ini permata yang paling bernilai sejagat raya, sampai terkadang aku heran, apa yang Kau lihat dari manusia hina seperti aku ini.”
TanganNya yang besar dan hangat itu dengan perlahan terangkat dan mendarat di pundakku. Nyaman sekali. Bagaikan selimut wol berlapis yang dipakai saat musim dingin tiba. “Itu memang benar, anakKu. Kau memang permata yang berharga bagiKu, bahkan darah tercurah untukmu pun Aku rela. Kau tahu itu.” Setitik air mataku pun jatuh, karena tidak pernah aku temui pengakuan yang begitu tulus di dunia ini sebelumnya. Aku berharga. Aku memandang wajahNya dan membalas pelukanNya. “Lalu Tuhan, Kau sudah mengasihiKu sedemikian rupa. Kau mengampuni kesalahanku yang tidak pernah Kau ungkit – ungkit lagi. Lalu, aku masih merasa berhutang, Tuhan. Aku ingin memberikanMu hadiah. Hadiah yang tidak akan pernah Kau lupakan, sama seperti aku tidak akan pernah melupakanMu. Tapi aku belum menemukan jawabannya, Tuhan. Kau mau apa dari aku, Tuhan? Apakah kau mau menerima kalung mutiara di leherku ini? Atau, Kau mau seluruh uangku? Atau apakah Kau mau menerima, emm.. sepatu merah kesayanganku ini? Aku rela, kok, Tuhan..”
“Hahahahaha,” Tertawalah Ia terbahak – bahak yang meninggalkan ekspresi terheran – heran di wajahku. “Kok ketawa, Tuhan? Aku serius, Tuhan. Atau kau mau semuanya? Aku rela, Tuhan.” Aku melirik tepat pada mataNya dan menyaksikan jenggotnya yang panjang tiba - tiba bergerak - gerak. Dengan menahan tawa, Dia menggenggam tanganku dan memandang wajahku yang penuh dengan tanda tanya dengan tersenyum. “Sylvia anakKu, apakah kau berpikir kalau kalung mutiaramu itu cocok dengan terusan putih ini? Atau sepatu merahmu yang mungil itu untuk kakiKu yang jauh lebih besar dari punyamu ini? Hahaha. Kau memang lugu. Itu adalah pemberianku untukmu. Kau ingat?.” Dia membetulkan dudukNya dan mengarahkan pandanganNya ke awan – awan yang merah itu. “Aku masih ingat dengan wajahmu yang terbelalak gembira sekali saat aku berikan kalung mutiara itu, atau sepatu merah itu untuk ulang tahunmu kemarin lewat orangtuamu. Aku tahu kamu sangat menyayangi benda itu. Tetapi, Aku tidak membutuhkan itu, anakku.”
Aku menundukan wajahku dengan sedikit sedih, dan dahiku yang berkerut menunjukkan sekali kalau aku sedang berpikir keras. ‘Apa sih yang Tuhan mau.. Apakah mobilku, atau…’ “Lalu Tuhan, apa yang Kau mau?” Menyerah aku berpikir, segera aku bertanya kepadaNya.
Kembali dia melayangkan pandanganNya ke arahku, dengan wajahNya yang lembut namun serius. “Kamu tahu, bahwa Aku mengasihiMu tanpa syarat. Kamu Aku kasihi bukan karena kamu berbuat baik kepada semua orang, atau kamu rajin berkunjung kerumahKu, tetapi karena Aku mau. Satu – satunya alasan Aku mengasihimu adalah karena Aku mengasihimu. Karena kamulah kalung mutiara itu bagiKu, bahkan lebih. Kamu tidak akan mengejar kalung mutiaramu kalau kalung itu terpeleset ke jurang, bukan? Tetapi aku rela melompatkan diri demi menyelamatkan kamu, anakKu. Aku memang sedih ketika kamu menginggalkan Aku, tetapi aku dengan melupakan pelanggaran – pelanggaranMu mencari engkau yang tersesat, dan tertusuk sakitnya dunia lalu melebarkan tanganKu untuk memelukmu dan menyelamatkanmu. Aku mengasihiMu tanpa syarat.” Tidak hanya setetes air mata saja yang mengalir ke pipiku. Aku tidak dapat berkata apa – apa, apalagi berpikir. Aku terharu.
Dia mencurahkan isi hatiNya kepadaku! “Tuhan, tapi aku hanya ingin menyenangkanMu.” Aku mengusap hidungku dan air mataku, sampai ada sebuah tangan yang menghapus air mataku. TanganNya. “Aku hanya ingin ini.” Ia menunjuk dadaku. “Aku hanya ingin hatimu. Hati yang sungguh – sungguh mencintai Aku. Hati yang selalu haus akan firmanKu. Hati yang melakukan apa yang Aku suka dan menjauhi apa yang Aku tidak suka. Hati yang berharap hanya padaKu. Hati yang hanya ingin menyenangkanKu dan hati yang tinggal di dalamKu. Sampai di surga nanti, ketika para penjaga gerbangKu tidak mengenalmu, aku akan berkata kepada mereka ‘Biarkan dia masuk, dia anakKu’ dan mempersilahkanmu masuk ke rumahmu yang sesungguhnya.”
Aku pun memelukNya dengan erat sampai tak rela aku melepaskannya. Aku hanya ingin seperti ini selamanya. Dekat denganNya sepanjang waktu. Berada di hadiratNya yang kudus. Aku hanya ingin berada di pelukanNya selamanya dan meninggalkan dunia yang kejam ini. Tetapi aku tahu, ini belum saatnya. Ia masih punya rencana yang lebih besar lagi untuk diriku. Untuk membuat namaNya lebih besar lagi. Supaya orang – orang dapat melihat kebesaranNya, merasakan kasihNya..
Aku hanya berharap sore itu tidak akan pernah beranjak menjadi malam..
Aku hanya ingin berada dekatNya..
By Sylvia Happy 30-3-2012 @16:31
Subscribe to:
Posts (Atom)
WELCOME to my BLOG
= get your chips and read enjoyingly =















